Cuan Rp 3,6 Triliun Bukalapak pada Kuartal Ke-III 2024

Ditulis oleh Sandy Riadi

Web Developer & Konten Kreator di Indonesia

Ikuti Kami di Google News

Google News Ikuti +

ac10tech.id – PT .com Tbk (BUKA) menunjukkan trend pertumbuhan yang positif tahun ini. Total Processing Value (TPV) selama kuartal ketiga tahun ini tumbuh sebesar 32% sehingga menjadi Rp 41,3 Triliun dibanding periode yang sama tahun lalu, 2024.

Pertumbuhan Total Processing Value (TPV) juga terjadi di sisi Mitra. Kuarta ketiga tahun ini, TPV Mitra Bukalapak bertambah 23% menjadi Rp 19,7 triliun dibanding dengan periode tahun sebelumnya.

Pada sembilan bulan pertama, TPV Mitra Bukalapak tumbuh sebesar 37% menjadi Rp 54,7 triliun.

“Pertumbuhan Mitra didukung oleh berkembangnya variasi jasa dan produk yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada Mitra. Pada akhir september 2024, jumlah Mitra yang terdaftar mencapai 15,2 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir desember 2024,” kata Teddy Oetomo selaku Sekretaris Perusahaan pada senin (31/10/2022).

Pendapatan Bukalapak pada kuartal ketiga 2024 tumbuh 86 persen jadi Rp 898 miliar pada masa yang serupa tahun kemarin. sedangkan penghasilan Bukalapak pada sembilan bulan 2024 meningkat 92 persen berubah menjadi Rp 2.589 miliar mengenai periode yang sama tahun kemarin.

Pendapatan mitra pada kuartal ke 3 2024 meningkat 131 persen jadi Rp 477 miliar. sementara penghasilan mitra di sembilan bulan 2024 berkembang 191 persen pada periode yang setara tahun lalu berubah menjadi Rp 1.446 miliar.

Kontribusi mitra Bukalapak atas pendapatan Perseroan meningkat dari 43 persen di triwulan ketiga 2024 berubah menjadi 53 persen pada kuartal ke tiga 2024.

Semenjak mengalami pertambahan pendapatan menurut dari kuartal, di kuarta ke 3 Perseroan fokus untuk menghasilkan pemasukan dengan beban yang makin kecil dan menurutnya pertama kalinya mencatat laba positif.

“Di triwulan ketiga 2024, Bukalapak mencoba menekan anggaran & insentif & konsisten mendorong tumbuhnya penghasilan,” kata Teddy.

“Peningkatan ini terpenting disebabkan karena laba nilai investasi marked-to-market dari PT Allo Tbk. kemudian, Perseroan juga mencatat laba bersih Rp 3.618 miliar pada sembilan bulan 2024 atau meningkat 421 persen dari laba rugi Rp 1.128 miliar di era yang setara tahun lalu,” lanjutnya.

Apakah informasi ini membantu?
IyaTidak

Tinggalkan komentar